NTT.SIN.CO.ID – Keselamatan umat menjadi perhatian Kementerian Agama Kabupaten Sikka pascagempa bumi yang mengguncang Pulau Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Muhammad Syafiuddin, turun langsung meninjau kondisi rumah ibadah yang terdampak gempa, Minggu (16/8/2026), dengan menyambangi Gereja St. Maria Magdalena Nangahure dan Masjid Nurul Yaqin Ndete, Kabupaten Sikka.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi rumah ibadah sekaligus melihat secara langsung tingkat kerusakan yang terjadi. Di Gereja St. Maria Magdalena Nangahure, sejumlah bagian plafon mengalami keruntuhan dan terdapat retakan pada dinding, baik di bagian luar maupun dalam bangunan. Sementara di Masjid Nurul Yaqin Ndete, sejumlah bagian dinding juga mengalami retakan akibat kuatnya guncangan gempa.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena rumah ibadah merupakan ruang publik yang setiap hari digunakan umat untuk beribadah dan menjalankan berbagai aktivitas keagamaan. Karena itu, aspek keselamatan jamaah dan umat menjadi hal yang tidak dapat diabaikan. Peninjauan lapangan juga menjadi langkah awal untuk memastikan bagian-bagian bangunan yang mengalami kerusakan dapat diidentifikasi sebelum digunakan kembali untuk kegiatan peribadatan.
Pastor Paroki Gereja St. Maria Magdalena Nangahure menyampaikan apresiasi atas perhatian Kementerian Agama Kabupaten Sikka yang hadir melihat langsung kondisi gereja pascagempa. Kerusakan yang terjadi menjadi perhatian bersama karena gereja merupakan tempat umat berkumpul dan melaksanakan peribadatan. Kehadiran Kementerian Agama diharapkan dapat membantu melihat kondisi dan kebutuhan penanganan, sehingga aktivitas umat dapat kembali berjalan dengan tetap memperhatikan keamanan.
Hal senada disampaikan pengurus Masjid Nurul Yaqin Ndete. Pengurus menyampaikan terima kasih atas kunjungan Plt. Kepala Kantor Kemenag Sikka dan menjelaskan kondisi sejumlah bagian dinding masjid yang mengalami retakan. Bagi pengurus, peninjauan langsung menjadi penting untuk mengetahui kondisi bangunan secara lebih jelas, terutama sebagai bahan pertimbangan dalam memastikan keamanan jamaah sebelum kegiatan ibadah kembali berlangsung secara normal.
Muhammad Syafiuddin menegaskan bahwa kondisi rumah ibadah perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, kehadiran Kementerian Agama tidak hanya dalam bentuk pelayanan keagamaan, tetapi juga memastikan masyarakat dapat menjalankan kehidupan beragama dalam situasi yang aman dan nyaman, terlebih setelah terjadi bencana.
“Peninjauan ini menjadi langkah awal untuk melihat secara langsung kondisi rumah ibadah yang terdampak. Kita perlu mengetahui tingkat kerusakannya agar dapat menentukan langkah penanganan dan berkoordinasi dengan pihak terkait”, kata Muhammad Syafiuddin.
Ia menambahkan, Kemenag Sikka akan melakukan pendataan terhadap rumah ibadah yang terdampak gempa. Pendataan tersebut diharapkan menghasilkan informasi yang akurat mengenai kondisi bangunan, sehingga dapat menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan penanganan dan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah, Kanwil Kemenag Prov. NTT dan Kemenag RI.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan rumah ibadah tidak hanya kembali berfungsi, tetapi juga aman bagi umat yang menggunakannya. Di tengah situasi pascabencana, Kementerian Agama Kabupaten Sikka mengajak pengelola rumah ibadah dan masyarakat untuk tetap waspada serta mengutamakan keselamatan, khususnya apabila terdapat bagian bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Kemenag Sikka juga akan terus memantau kondisi rumah ibadah dan melakukan koordinasi sesuai kewenangan dan kebutuhan di lapangan. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat pascabencana diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus memastikan kebutuhan umat menjadi bagian dari perhatian dalam proses penanganan dampak gempa di Kabupaten Sikka.











