oleh

Wamenkeu Juda Agung: Bonus Demografi Jadi Momentum Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

NTT.SIN.CO.ID – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan bahwa Indonesia harus memanfaatkan momentum bonus demografi dalam sekitar 15 tahun ke depan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan mencapai status negara berpendapatan tinggi. Upaya ini membutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), produktivitas, dan daya saing industri agar besarnya penduduk usia produktif dapat menjadi pendorong kemakmuran nasional.

Menurut Wamenkeu, besarnya angkatan kerja, generasi muda yang semakin terhubung dengan teknologi, serta luasnya pasar domestik merupakan modal penting bagi pertumbuhan ekonomi. Namun, peluang tersebut tidak akan otomatis menghasilkan manfaat ekonomi tanpa dukungan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), keterampilan, kesehatan, dan penciptaan lapangan kerja produktif.

Baca Juga  Modern Pentathlon Indonesia Catat Peningkatan Progres di Asian Games 2026

“Kita tidak boleh menjadi negara yang menua sebelum menjadi negara yang kaya,” kata Wamenkeu pada acara Prasasti Indonesia Policy Forum di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta pada Selasa (13/10).

Selain memanfaatkan bonus demografi, Wamenkeu mengungkapkan bahwa Indonesia juga perlu keluar dari pola pertumbuhan yang terlalu bergantung pada aktivitas dengan nilai tambah rendah. Pemanfaatan sumber daya alam, konsumsi domestik, dan pembangunan infrastruktur telah memberikan kontribusi penting bagi perekonomian. Namun, peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan memerlukan industri yang lebih kompleks, yang menghubungkan pendidikan, riset, teknologi, dan dunia usaha.

Baca Juga  Terima Kartanu, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Gotong Royong untuk Kesejahteraan Rakyat

“Kita harus bergerak dari sekadar memiliki sumber daya alam menjadi menguasai kemampuan mengolahnya. Dari memproduksi barang menjadi merancang dan mengembangkan produk bernilai tambah tinggi. Dari sekedar menjadi pasar bagi produk-produk global menjadi bagian penting dari rantai nilai global,” ujar Wamenkeu.

Di samping itu, Wamenkeu juga mengatakan Indonesia perlu meningkatkan produktivitas dan kompleksitas ekonomi melalui penguatan industri, hilirisasi, digitalisasi, inovasi, serta pengembangan produk bernilai tambah tinggi. Langkah ini diperlukan agar Indonesia tidak hanya memperbesar skala ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas produksi dan daya saing di pasar global.

Baca Juga  Kakanwil Kemenag NTT dan Ketua DWP Beri Support Kafilah MTQ NTT

Menutup paparannya, Wamenkeu menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia menuju negara berpendapatan tinggi membutuhkan kolaborasi produktif antara negara, sektor swasta, dan sektor keuangan. Dengan memanfaatkan momentum bonus demografi serta memperkuat produktivitas dan kualitas institusi, Indonesia diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi dan mewujudkan cita-cita menjadi negara berpendapatan tinggi.

“Tidak ada satu institusi atau instrumen kebijakan yang dapat bekerja sendiri. Kita membutuhkan keselarasan kebijakan dan konsistensi pelaksanaan. Itulah cara menuju Indonesia berpendapatan tinggi, pertumbuhan yang lebih tinggi, lebih produktif, dan lebih inklusif,” kata Wamenkeu.(****)

News Feed