oleh

Kemenag Perluas GeberMas ke 324 Masjid dan Mushalla di NTT

NTT.SIN.CO.ID – Gerakan Bersih-Bersih Masjid/Mushalla atau GeberMas Tahun 2026 menjangkau 324 masjid dan mushalla di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Angka tersebut merupakan hasil registrasi yang dihimpun melalui PIC pada masing-masing wilayah sebelum kegiatan dilaksanakan serentak, Senin (10/8/2026).

Gerakan tersebut melibatkan unsur Kantor Wilayah Kemenag NTT, Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, KUA, madrasah, ASN, pelajar, pengurus masjid, marbot, majelis taklim, Banser, jamaah, dan warga sekitar. Meski jumlah titik lokasi telah terdata, jumlah peserta keseluruhan masih dalam proses rekapitulasi dari masing-masing satuan kerja.

Di tingkat Kanwil, GeberMas dilaksanakan di Mushalla El-Sarman Kanwil Kemenag NTT dan diikuti 68 ASN Muslim. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Bidang Haji dan Bimbingan Masyarakat Islam Kanwil Kemenag NTT sebagai tindak lanjut Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 4 Tahun 2026 tentang Gerakan Bersih-Bersih Masjid/Mushalla. Berdasarkan nota dinas, kegiatan di Mushalla El-Sarman dijadwalkan pada Senin, 10 Agustus 2026, pukul 08.00 Wita sampai selesai.

Sejumlah satuan kerja telah menyampaikan laporan rinci pelaksanaan GeberMas. Kemenag Kabupaten Rote Ndao melaksanakan kegiatan di enam masjid, yakni Masjid An Nur Metina Baa, Masjid Al Muhajirin dan Al Bahri Kecamatan Rote Timur, Masjid Al Ikhwan Baa, Masjid Nurul Iman Kecamatan Rote Barat Daya, serta Masjid Jami’atul Islamiyah Kecamatan Rote Barat Laut, dengan melibatkan 104 ASN.

Baca Juga  HPN 2023 SMSI: Bupati Zahir Sebut Batubara Punya Wisata Kuliner

Kemenag Kabupaten Sabu Raijua melaksanakan GeberMas di Masjid An-Nur Seba dengan 31 peserta. Di Kabupaten Malaka, kegiatan menyasar tiga masjid, yakni Masjid Al-Qadr Betun, Masjid Al-Jihad Betun, dan Masjid Al-Falah Kletek, dengan melibatkan 67 peserta dari unsur ASN Kemenag Malaka, marbot masjid, majelis taklim, Banser, dan warga sekitar. Sementara itu, Kemenag Kabupaten Sumba Barat Daya melaksanakan GeberMas di Masjid Nurul Huda Waikabubak dengan 28 peserta.

Di Kabupaten Manggarai Barat, GeberMas dilaksanakan melalui sejumlah KUA dengan total 11 masjid dan 210 peserta. Rinciannya, KUA Kecamatan Boleng melibatkan 40 peserta di satu masjid, KUA Kecamatan Komodo melibatkan 50 peserta di empat masjid, KUA Mbeling melibatkan 20 peserta di dua masjid, KUA Lembor Selatan melibatkan 50 peserta di dua masjid, KUA Lembor melibatkan 40 peserta di satu masjid, serta KUA Macang Pacar melibatkan 10 peserta di satu masjid.

Dukungan madrasah juga tampak di Kabupaten Flores Timur. MTsN 2 Flores Timur melibatkan 50 peserta dalam aksi bersih-bersih di Masjid Al-Ijtihad Lamakera. Keterlibatan madrasah menunjukkan bahwa GeberMas tidak hanya menjadi gerakan ASN, tetapi juga ruang pembinaan kepedulian pelajar terhadap kebersihan rumah ibadah.

Baca Juga  Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right

Kepala Kanwil Kemenag NTT, Fransiskus Kariyanto, menyambut baik pelaksanaan GeberMas sebagai kegiatan positif dalam rangka menyongsong HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Menurutnya, membersihkan rumah ibadah merupakan salah satu cara mengisi kemerdekaan dengan tindakan nyata yang bermanfaat bagi umat.

“Masjid adalah rumah Tuhan yang harus dijaga dan dibersihkan agar menjadi tempat yang suci, layak, aman, dan nyaman untuk beribadah. Tetapi lebih dari itu, membersihkan masjid juga menjadi simbol kebersihan hati dan kebersihan diri ketika kita menghadap Tuhan,” ujar Fransiskus.

Ia juga mendorong agar GeberMas tidak hanya menjadi agenda tahunan. Menurutnya, gerakan membersihkan masjid dan mushalla perlu dilakukan secara berkelanjutan, baik mingguan maupun bulanan, dengan melibatkan ASN, jamaah, dan masyarakat sekitar.

Kepala Bidang Haji dan Bimas Islam Kanwil Kemenag NTT, Achmad Alkatiri, mengatakan GeberMas kali ini merupakan pelaksanaan kedua setelah kegiatan serupa dilakukan menjelang Ramadan. Ia menegaskan bahwa Bidang Haji dan Bimas Islam berkomitmen menjadikan gerakan ini sebagai kegiatan berkelanjutan.

Baca Juga  Strategi PPP Menangkan Duet Ganjar dan Gus Yasin

“Kami berkomitmen agar kegiatan ini terus berkesinambungan. Awalnya bisa dilakukan bulanan, dan jika berjalan baik, kami akan dorong agar dapat berlangsung setiap minggu. Harapannya, kebersihan benar-benar menjadi cerminan keimanan kita,” katanya.

Achmad menambahkan, GeberMas juga sejalan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Masjid dan mushalla diharapkan tidak hanya bersih, tetapi juga mampu membangun kebiasaan memilah sampah. Sampah plastik, misalnya, dapat dikelola agar memiliki nilai ekonomis dan mendukung pemberdayaan umat.

Selain itu, rumah ibadah yang bersih dan nyaman diharapkan dapat menjadi ruang yang ramah bagi jamaah, musafir, dan anak-anak. Dengan lingkungan yang tertata, masjid dan mushalla tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pembinaan keimanan, kebersamaan, dan kepedulian sosial.

Melalui GeberMas, Kanwil Kemenag NTT menegaskan komitmennya menghadirkan program yang sederhana, nyata, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Gerakan yang menjangkau 324 masjid dan mushalla ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan serentak, tetapi menjadi kebiasaan bersama dalam merawat rumah ibadah secara berkelanjutan.

News Feed