oleh

ASN Kemenag NTT Gelar Doa Lintas Agama bagi Korban Bencana di Flores

NTT.SIN.CO.ID – Halaman tengah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendadak menjadi ruang hening, Senin (17/8/2026). Usai mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, seluruh ASN Kanwil Kemenag NTT menundukkan kepala dalam doa lintas agama bagi saudara-saudari di Pulau Flores yang terdampak bencana.

Doa dipanjatkan oleh para penyuluh agama dari lima agama, yakni Katolik, Buddha, Hindu, Kristen, dan Islam. Dalam suasana khidmat, masing-masing penyuluh menyampaikan doa sesuai dengan tradisi dan keyakinan agama masing-masing, namun bermuara pada harapan yang sama: keselamatan, kekuatan, penghiburan, dan pemulihan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Baca Juga  Muzani Singgung Ada Pihak yang Tidak Siap Gibran Jadi Pemimpin di Pemilu 2024

Keheningan pagi itu menjadi simbol bahwa duka akibat bencana tidak mengenal sekat agama. Seluruh ASN Kanwil Kemenag NTT hadir dalam doa bersama tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Flores yang tengah menghadapi dampak bencana. Doa juga dipanjatkan bagi para korban dan keluarga yang kehilangan orang-orang terkasih, masyarakat yang terdampak, serta seluruh pihak yang sedang bekerja melakukan penanganan dan pemulihan.

Usai doa bersama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Fransiskus Kariyanto, menyampaikan arahan kepada seluruh ASN.

Fransiskus mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama di NTT untuk tidak berhenti pada doa, tetapi menerjemahkan kepedulian tersebut dalam gerakan nyata.

Baca Juga  Ketua Humas RSUD Berkah Ajak Masyarakat Tingkatkan Prokes

“Hari ini kita berdoa bersama untuk saudara-saudari kita yang sedang mengalami musibah di Flores. Doa adalah kekuatan kita, tetapi doa juga harus menggerakkan kita untuk melakukan sesuatu. Mari kita bangun solidaritas bersama, sesuai kemampuan kita, untuk membantu saudara-saudari yang sedang membutuhkan,” ujar Fransiskus.

Menurutnya, bencana merupakan momentum untuk memperlihatkan wajah kemanusiaan dan kerukunan yang selama ini terus dibangun di NTT. Perbedaan agama tidak boleh menjadi batas dalam memberikan perhatian dan pertolongan kepada sesama yang sedang mengalami kesulitan.

“Ketika saudara kita mengalami musibah, kita semua ikut merasakan. Tidak ada lagi sekat agama. Kita adalah satu keluarga besar NTT. Karena itu, mari kita bergerak bersama, bergandengan tangan, dan memberikan apa yang bisa kita berikan,” lanjutnya.

Baca Juga  Paus Fransiskus Merayakan Misa Bersama Kardinal Angelo Becciu

Fransiskus juga mengajak seluruh ASN untuk menjadi bagian dari gerakan solidaritas dengan tetap memperhatikan kebutuhan nyata masyarakat terdampak. Bantuan, menurutnya, dapat diberikan dalam berbagai bentuk, baik berupa dukungan materi, tenaga, perhatian maupun penguatan moral dan spiritual.

 

Ajakan tersebut sekaligus menegaskan bahwa semangat kerukunan dan cinta kemanusiaan tidak berhenti pada ruang-ruang dialog keagamaan, tetapi harus hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan dan membutuhkan pertolongan

News Feed