oleh

Pastikan Layanan Pendidikan Aman, Kakanwil Kemenag NTT Tinjau MTsN 2 Manggarai Barat

NTT.SIN.CO.ID – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto meninjau kondisi MTsN 2 Manggarai Barat, Selasa (25/8/2026), untuk memastikan dampak gempa terhadap sarana dan prasarana madrasah serta kondisi keamanan fasilitas yang digunakan untuk kegiatan pendidikan.

Kunjungan tersebut dilakukan setelah Kakanwil meninjau kondisi siswa dan menyerahkan bantuan di SMAK Seminari St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo. Di MTsN 2 Manggarai Barat, Kakanwil melihat langsung sejumlah bangunan madrasah yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Kerusakan terlihat pada bagian plafon yang roboh serta sejumlah bagian bangunan lainnya yang terdampak sehingga belum dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

Baca Juga  DPR Nilai Tepat Strategi KSAD Soal Penanganan Konflik Papua

Selain ruang dan bangunan pendidikan, Kakanwil juga meninjau sarana peribadatan di lingkungan madrasah yang turut mengalami kerusakan. Fasilitas tersebut untuk sementara tidak dapat digunakan dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan keamanan sebelum kembali difungsikan.

Kakanwil menegaskan bahwa keselamatan siswa, guru, dan seluruh warga madrasah harus menjadi prioritas utama. Bangunan maupun fasilitas yang mengalami kerusakan, termasuk sarana peribadatan, tidak boleh digunakan sebelum dipastikan aman.

“Yang paling utama adalah keselamatan. Jangan memaksakan penggunaan gedung yang kondisinya belum aman. Kita perlu memastikan terlebih dahulu apakah bangunan dan fasilitas tersebut masih layak digunakan,” tegasnya.

Baca Juga  Dua Kabupaten

Menurut Kakanwil, peninjauan langsung ke lapangan penting dilakukan untuk memperoleh gambaran riil mengenai kondisi satuan pendidikan terdampak sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan pascagempa.

“Dengan melihat langsung kondisi di lapangan, kita bisa mengetahui kebutuhan yang sebenarnya dan menentukan langkah yang perlu dilakukan. Kita tidak hanya menerima laporan, tetapi hadir untuk memastikan kondisi dan kebutuhan warga madrasah,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemulihan pascagempa perlu dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keberlanjutan layanan pendidikan. Penanganan tidak hanya menyangkut ruang pembelajaran, tetapi juga fasilitas pendukung, termasuk sarana peribadatan yang menjadi bagian dari kehidupan keagamaan peserta didik di madrasah.

Baca Juga  Abu Bakar Yarbo, Penasihat SMSI Jawa Timur Berpulang

Kakanwil berharap seluruh warga madrasah tetap waspada dan mengikuti arahan terkait penggunaan fasilitas selama masa pemulihan. Pendataan kerusakan dan kebutuhan penanganan, menurutnya, menjadi langkah penting agar proses pemulihan dapat dilakukan secara tepat dan sesuai kondisi di lapangan.

Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama untuk memastikan layanan pendidikan tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan warga madrasah serta memberikan pendampingan kepada satuan pendidikan yang terdampak gempa.***

 

News Feed